CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Senin, 26 Januari 2009

Senin, 19 Januari 2009

Sejarah berdirinya Customs Fishing Club Sabang (CFCS)

SEJARAH CUSTOMS FISHING CLUB (CFC) SABANG

Kegiatan pancing memancing pegawai Bea dan Cukai KPPBC Tipe A4 Sabang diawali dari rasa bosan dan kejenuhan yang melanda karena setiap weekend, hari sabtu dan minggu, tidak ada kegiatan apapun yang bisa menjadi alat penghilang rasa suntuk dan pelepas kesepian di Pulau Weh yang terpencil ini.

Kemudian, melihat kondisi geografis Pulau Weh yang dikelilingi lautan dan banyaknya nelayan serta pemancing individu, menimbulkan pemikiran bagi kami bahwa tidak ada salahnya kami ikut turun memancing yang bisa sekaligus menjadi kegiatan rekreasi dan kegiatan "killing time" kami menghadapi weekend.

Dari memancing di pinggir laut yang dekat dengan mess Bea dan Cukai Sabang, kemudian merambah ke lokasi-lokasi lain yang lebih sulit diseluruh pelosok Pulau Weh hingga tidak ada lokasi memancing satupun yang belum pernah kami datangi.

Karena merasakan ilmu memancing pinggir laut sudah lumayan lihai, kami berpikir untuk mencoba merasakan memancing ke tengah laut yang menggunakan teknik memancing yang berbeda pula. Dengan menyewa perahu nelayan, pemancing-pemancing pemula yang seluruhnya berasal dari pegawai KPPBC Tipe A4 Sabang mulai merambah ke tengah laut. Ssseett....bbbeertt..siiiut, lemparan-lemparan pancing pertama, kedua, dan seterusnya tidak membuahkan hasil. Ternyata memancing ditengah laut tidak semudah yang kami perkirakan. Waktu time-out babak pertama usai, kami makan siang dulu dari perbekalan yang memang sudah dipersiapkan dari rumah. Memasuki babak kedua, setelah di-briefing oleh pelatih mancing kakek (segala tahu) Amman Sitompul, baru kelihatan hasilnya. Ikan kelihatan senang dengan umpan-umpan yang kami lempar. Pukul 18.00 sore hari kami selesai memancing dengan puuuuuaaasss..

Sesampai dirumah, para petinggi kelompok memancing Bea Cukai ini bertukar pikiran dan timbul ide untuk mendirikan klub memancing Bea Cukai Sabang sebagai wadah para penghobi mancing dalam berdiskusi berbagai teknik dan masalah yang berkaitan dengan memancing.

Jadi, setelah beberapa bulan kami keluyuran memancing kesana-kemari, akhirnya pada tanggal 18 Januari 2009, diikrarkan dibentuk klub memancing (amatir) pegawai KPPBC Tipe A4 Sabang yang dinamakan CUSTOMS FISHING CLUB (CFC) SABANG.
Setelah pengguntingan pita, simbol berdirinya CFC Sabang (CFCS), oleh Kepala Kantor KPPBC Tipe A4 Sabang yang sekaligus pembina CFCS Bpk. Abien Prastowidodo, kami berangkat memancing ditengah laut menggunakan Kapal Patroli BC 1527.

Demikianlah dilaporkan sejarah berdirinya CFCS. Semoga CFCS tetap jaya. VIVA CFCS, VIVA SABANG!!

Minggu, 18 Januari 2009

Memancing ikan di laut

Memancing ikan air laut adalah kegiatan, olahraga, hobi atau salah satu cara menangkap ikan dilaut dan dilakukan mulai dari pinggir pantai hingga ke tengah laut dengan menggunakan bantuan alat pemancing ikan.

Kondisi cuaca di atas permukaan laut

Terik tidaknya matahari pada siang hari kadang mempengaruhi kegiatan ikan. Memancing yang baik adalah saat menjelang pagi atau subuh, dimana secara biologis ikan baru keluar dari tidurnya dan mencari makan. Diteruskan hingga siang hari teriknya matahari yang terus bersinar tanpa adanya mendung dan gelap.


Angin, Ombak dan Awan

Kecepatan angin juga mempengaruhi kegiatan ikan, karena besar tidaknya ombak adalah akibat dari tiupan angin. Dari tiupan angin akan mengakibatkan adanya ombak dan juga bisa berpengaruh kepada ada atau tidaknya awan. Jika memancing di tengah teluk yang curam disaat ombak besar ikan-ikan yang lebih kecil biasanya akan menuju ke teluk yang mengakibatkan ikan-ikan besar juga ikut ke dalam teluk untuk mencari mangsa.

Aliran angin juga tergantung dari cuaca dan musim. Jika mendung dan matahari terhalang atau redup, ikan laut juga biasanya akan berenang dan berada lebih kedalam air atau bahkan ke dasar laut. Disaat hujan atau musim hujan, ikan laut cenderung lebih sedikit karena salinitas air laut atau kadar garam pada air laut berkurang yang disebabkan oleh banyaknya air tawar yang terbuang ke permukaan laut juga ditambah oleh aliran muara sungai tempat air tawar terbuang ke tengah laut dan mengakibatkan ikan menuju ke tengah laut, ke dasar laut atau bersembunyi dikarang. Sedangkan jika hujan terjadi di tengah laut dan hanya sebentar apalagi ketika hujan baru reda kadang ikan akan bertambah lapar dan agresif.

Sekilas Customs Fishing Club

Customs Fishing Club (CFC) adalah suatu paguyuban bagi para pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang memiliki hobi memancing serta hal-hal lain yang berkaitan dan menunjang dengan aktifitas memancing. Untuk saat ini Customs Fishing Club baru berupa organisasi di dunia maya yang menjadi tempat pertukaran informasi seputar kegiatan, upload foto dan video serta tip & trip dalam memancing.
Ide pembentukan Customs Fishing Club diawali dari beberapa kontak antara beberapa pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Sabang dengan beberepa rekan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang tergabung dalam Customs Network di Facebook yang memiliki ketertarikan terhadap dunia laut dan aktifitas memancing.
Semoga dengan adanya Customs Fishing Club akan semakin mempererat tali persaudaraan di antara sesama pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cuka.